Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhiyanto : Dampak Covid-19 Pendapatan PAD Kita Menurun

KOTA BEKASI, Mata-Pers-Indonesia — Menyikapi semakin banyaknya angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) diwilayah Kota Bekasi, Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono mengatakan, bahwa langkah Pemerintah Kota Bekasi saat ini yang masih dilakukan adalah bagaimana Ketersediaan Bed (Tempat Tidur).

 

Jadi nanti akan kita lakukan konsinyasi dengan memanggil seluruh pihak Rumah Sakit Swasta yang ada serta RSUD terkait dengan optimalisasi Bed yang ada. Karena tren ini semakin lama semakin tinggi, perhari ini ada 197 baik yang ODP maupun PDP. Namun korban positif virus corona (Covid-19) masih tetap 15 orang,” terang Mas Tri sapaan akrabnya saat ditemui dilokasi penyemprotan disinfektan diwilayah Gereja Santo Arnoldus, Jl. Lapangan Bekasi Tengah, Kel. Margahayu, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (26/3).

(Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono saat ditemui media)

Saat ini, lanjut Mas Tri, masih banyak yang sedang menunggu antrian hasil tes, kita akan tunggu sampai dia dinyatakan positif.

 

Jadi, orang yang meninggal dalam kondisi PDP juga bukan karena Corona, mungkin ada penyakit turunan. Kalau yang 15 orang tersebut itu sudah pasti (positif Corona) karena hasil uji labnya sudah keluar. Mudah-mudahan, warga masyarakat tidak menjadi lebih panik, kemudian kemarin sempat beredar data dan sebagainya yang saya kira belum bisa dipertanggungjawabkan. Data yang benar adalah data yang ada di corona.bekasikota.go.id kalau Masyarakat mau tau lokasi dan titik mana, by name andreasnya ada disana,” terang Tri.

 

Inti dari Covid-19 ini adalah, sambung Tri, memberikan rasa nyaman, kemudian dia hidup sehat, bahagia yang In Syaa Allah anti bodynya akan tumbuh. Justru yang dibutuhkan bagaimana mengisolasi diri, tertib, dan kemudian menyadari bahwa sehatnya dia membuat sehat lingkungan, membuat sehat masyarakat kemudian sehat dikeluarga. Jangan sampai kalau menganggap dirinya sehat namun saat sakit hanya dirinya yang terinfekasi.

 

Sejak kemarin, tim medis kesehatan yang kesehatannya sudah dicek/dites di Stadion Patriot Chandrabaga sudah melakukan door to door kerumah warga untuk melakukan test Covid-19,” terangnya.

 

Disinggung soal upaya pihak Kepolisian membubarkan kerumunan massa dan akan terkena ancaman pidana, Tri merespon langkah Pemerintah sendiri yang dilakukan bagaimana Mall-mall yang ada disamping pembatasan jam operasi serta penutupan yang dilakukan oleh pihak pengelola Mall. “Perhari ini MM sudah mulai tutup juga, kemudian Giant, SMB, memang situasinya sudah demikian luar biasa sehingga harus ada kesadaran,” ujarnya.

 

Hari ini, sambung Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi tersebut, PDI Perjuangan terus bergerak termaksud kerumah-rumah ibadah untuk dilakukan penyemprotan disinfektan. Ini kita lakukan bahwa ada suatu perhatian yang kita berikan dan masyarakat juga harus tau, inilah kondisi yang semakin menyebarnya wabah Virus Covid-19 ini untuk kita hadapi bersama-sama.

 

Semoga masyarakat tidak semakin panik, karena kalau panik akan menimbulkan stres, kalau stres anti bodynya malah akan berkurang. Terkait pembubaran harusnya tidak perlu dilakukan tetapi kesadaran masyarakat yang dibutuhkan. Saya kira kita tidak perlu lagi harus melihat dampak ekonomi masyarakat karena keselamatan itu yang utama. Kita punya duit tapi kemudian sakit juga gak ada artinya. Yang sakitnya kita berpotensi membuat orang lain ikut sakit karena virus ini bersifat menyebar,” paparnya.

 

Tapi, sambung Tri, tetap kita masih memikirkan bagaimana masyarakat yang masih banyak warga miskin, kemudian yang mendapat rejeki harian. Sebab saat ini Pendapatan Daerah saja menurun.

 

Kemarin-kemarin bisa 8 hingga Rp 10 Milyar kini paling sekitar Rp 2 Milyar. Artinya, perolehan peondapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi Tahun Anggaran 2020 ini menurun dampak adanya virus Covid-19 ini,” ungkapnya.

 

Ditanya soal pembatalan Ujian Nasional, Mas Tri menerangkan saya kira itu sudah masuk di Program 2021. Saya kira bagaimana kita membuat indikator-indikator siswa itu tidak stres, belajar itu sesuatu yang menyenangkan, bagaimana ada sesuatu interaksi yang mengikat, bagaimana si siswa harus ada yang dilakukan, menyiapkan kurikulum yang sesuai dengan ketentuan dan terserap oleh kebutuhan pasar yang ada.

 

Dalam kondisi yang seperti saat ini serab tidak pasti menurut saya langkah Pemerintah itu sangat tepat,” pungkasnya mengakhiri wawancara dengan Mata Pers Indonesia.(YUDHI)

#KOTABEKASI #TRIADHIANTO #COVID19 #PENDAPATAN #PAD #TA2020

Bagikan
  • 234
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    234
    Shares

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.