Seorang “PELAKOR” Bisa Dapat Harta Sah Secara Hukum

Jakarta – Sebutan kalimat “Pelakor” saat ini menjadi fenomena dan ada dimana-mana, sekaligus sebuah ancaman bagi isteri yang sah serta tampak viral di dunia maya.

 

Pelakor adalah istilah dari singkatan perebut laki orang atau perebut suami orang ini begitu akrab di dengar, dilihat dan selalu muncul di Infotainment baik di Televisi maupun di sosial media, istilah ini juga digunakan untuk menyebut wanita yang hadir di tengah-tengah hubungan rumah tangga seseorang dan merebut suami sah dari pasangannya.

Seorang pengacara muda sedikit memberikan gambaran dengan mengatakan,”Sesuai Pasal 1 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bahwa dasar perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa“, ujar DR. Firman Candra SH. MH.

 

Lebih lanjut Firman menjelaskan, “Pada Pasal 3 ayat 1 di UU Perkawinan juga menyatakan bahwa suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang isteri dan seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami, namun bila suami ingin memiliki isteri lebih dari satu, maka suami tersebut wajib mengajukan permohonan kepada Pengadilan di daerah tempat tinggalnya dengan syarat ada izin dari isteri sahnya“, Imbuhnya.

Kenyataannya, tidak ada isteri sah yang mengizinkan suaminya punya isteri lain, namun bila isteri lain/siri/pelakor tersebut sudah hamil bahkan memiliki anak dari suami sah anda, bagaimana menyikapinya ? Tega atau pasrahkan secara hukum dan lakukan gugat cerai atau menerima kehadiran isteri lain dari suami anda ? quo vadis ?

Isteri siri tersebut agar aman secara hukum maka akan melakukan istbath nikah sehingga sah sebagai seorang isteri juga dan mendapatkan hak harta bersama juga.

Bagaimana anak yang dilahirkan dari perkawinan yang tidak sah ?

Kata sang pengacara muda, “Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI) No. 46/PUU-VIII/2010, memungkinakan anak yang lahir diluar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibu dan ayah biologinya. Anak tersebut baru bisa mendapatkan hubungan perdata dengan ayah biologisnya jika dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya. Untuk membuktikan asal-usul dari orang tua si anak yang lahir diluar pekawinan maka dilaksanakan tes DNA“, Tutup DR. Firman Candra menjelaskan tentang cara menyikapi problematika Rumah Tangga.(Red)

Spread the love
  • 9
    Shares

Tinggalkan Balasan

Specify Facebook App ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Facebook Login to work

Specify Twitter Consumer Key and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Twitter Login to work

Specify LinkedIn Client ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for LinkedIn Login to work

Specify Google Client ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Google Login to work