Home / Breaking News / Hukum Dan Krimsus

Kamis, 30 September 2021 - 14:32 WIB

PT. Media Syirkah Indonesia Diduga Melakukan Praktek Investasi Bodong

Spread the love

Mata Pers Indonesia_Jakarta — Kasus investasi bodong semakin marak, akibat iming-iming untuk dapat meraup untung dalam sekejap. Satu diantaranya seperti yang dilakukan oleh PT. Media Syirkah Indonesia (MSI) yang berdomisili di Bogor.

Ervinasari selaku Direktur dan Riki Wahyu Adi Permana sebagai Komisaris perusahan yang bergerak dalam bidang investasi ini, tak lagi bisa dihubungi oleh sejumlah investor hingga mereka mengadukan permasalahanya ke Direktorat Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPKN) yang diterima langsung oleh Dirjen LPKN Suprianto BAc., SH., MH. dan Sekjen LPKN Erlangga Lobay SH., MH. pada awal Agustus 2021 di Sekretariat LPKN Jl. Juanda Raya No.4 A Jakarta Pusat.

(Zainul Arifin SH.Bidang Investigasi LPKN)

Menurut Zainul Arifin SH., dari Bidang Investigasi LPKN Kamis, 23 September 2021, pengaduan para korban investasi terduga bodong itu ada yang dari Palembang, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan dan DKI Jakarta, nyaris korbannya hampir semua provinsi ada.

Baca Juga :  Kapendam Jaya : Safari Kunjungan Dandim 0501/ JP BS Merupakan Bentuk Perhatian Terhadap Babinsa Yang Sedang Isoman

Jumlah korban masih terus datang mengadu ke LPKN,” kata Zainul Arifin SH, saat dijumpai di kantornya. Dia juga merinci tidak kurang dari 70 korban yang sudah menyampaikan pengaduan lengkap dengan bukti-bukti, dan memberi kuasa pada LPKN untuk menindak lanjuti kasus investasi yang kuat diduga bodong ini.

Ia memastikan korban investasi bodong ini telah menjadi modus penipuan untuk mengeruk dana dari masyarakat dengan cara mengiming-iming korban dengan keuntungan yang menggiurkan.

Semua korban sudah melakukan upaya ingin menarik dana yang telah di berikan kepada investor yang sudah jatuh tempo melalui cek dari PT. BSI, tapi Dananya semua nol atau kosong,” Ungkap Zainul.

Satu diantara sejumlah korban adalah Endang Rostina Wati telah mencoba mencairkan cek Bank Mandiri Syariah melalui Cabang BSI Palembang yang dikonfirmasi oleh pihak Bank Mandiri Syariah itu pada18 Agustus 2021 ternyata saldo yang ada di Bank tersebut kosong.

Baca Juga :  Jalin Silaturahmi Pangdam II/Sriwijaya Dan Forkopimda Gowes Bersama

Lebih lanjut Zainul Arifin SH mengungkapkan, “padahal dana yang tetulis di cek tersebut sebesar 88 juta rupiah. Bahkan ada lagi seorang nasabah lain yang ingin mencair kan dana yang telah diberikan dari PT SMI hanya Rp 14.500 itu pun tidak bisa cair (Dananya Nol), Jadi jelas ini tindak perbuatan penipuan,” Tegas Zainul.

Selain itu pihak Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional yang telah menerima pengaduan dan kuasa hukum korban, selanjutnya telah melayangkan surat somasi untuk segera menyelesaikan semua kasus yang dialami kliennya itu secara baik-baik. “Bila tidak, ya kami pun telah mempersiapkan untuk melanjutkan langkah-langkah hukum sesuai UU yang berlaku,” pungkas Zainul.(Red/Rifki)

Berita ini 913 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Breaking News

Kunjungan Pangdam Jaya Ke PT. Nestle Indonesia

Breaking News

FANAPDS Desak Segera Tuntaskan Kasus Mesum Oknum Pejabat Kemenag

Breaking News

Perwakilan PPWI di Libya Resmi Terdaftar di Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Libya

Breaking News

Reaksi Cepat Basarnas Terjunkan Tim Dalam Pencarian Crew Kapal Semar Laut

Breaking News

Pesan Kapolda Sumsel Dimasa Akhir Jabatannya Kepada Jajaran Untuk Menekan Angka Kejahatan

Breaking News

Kapolda Sumsel Tinjau Langsung PPKM Mikro Di Kota Lubuklinggau

Breaking News

Kapolda Sumsel Terima Bantuan Sosial Dari Gapkindo Sumsel

Breaking News

After Lebanon, PPWI Opens Representative Office in Libya