Diduga SMAN 18 Kota Bekasi Melakukan Pungli Berkedok Study Kampus Namun Disertai Ancaman Akademik

BEKASI, matapers-indonesia.com – Menurut Sumber yang memberi informasi bahwa, SMA Negeri 18 Kota Bekasi melaksanakan study kampus khusus kelas 11 (IPA & IPS) ke luar kota (Yogyakarta/UGM & Semarang/UNDIP) selama 4 hari terhitung dari tanggal 19 sampai tanggal 22 dengan biaya kurang lebih Rp 1.750.000 permurid, tentu saja biaya yang dianggap sangat besar untuk sebuah perjalanan study anak sekolah, oleh sebab itu mengakibatkan banyak orang tua murid mengeluh.

 

Apakah tidak salah ini, pihak sekolah SMA Negeri 18 Kota Bekasi mengadakan kegiatan STUDY KAMPUS keluar kota selama 4 hari untuk anak siswa kelas 11? bukannya seharusnya anak siswa kelas 11 difokuskan terlebih dahulu agar naik kelas 12 dengan nilai – nilai yang bagus disemua mata pelajarannya?”, Kata salah satu orangtua murid dengan nada kesal saat menceritakan kepada wartawan.

 

Apalagi kegiatan STUDY KAMPUS ini biayanya sangat luar biasa, membebani orangtua/wali murid, ini sekolah negeri bukan sekolah swasta mewah, bukankah yang masuk disekolah negeri ini orangtua/wali muridnya kebanyakan berekonomi menengah kebawah? makanya pemerintah daerah sampai pemerintah pusat mengupayakan agar sekolah gratis, agar semua masyarakat dapat bersekolah, terlebih lagi kegiatan STUDY KAMPUS nya diadakan ke PTN (Perguruan Tinggi Negeri) diluar kota, kenapa tidak ke UI di Depok dan Jakarta Pusat agar lebih dekat dan biayanya lebih terjangkau?” sambung dengan tegas orangtua murid kelas 11 yang tidak berkenan namanya dicantumkan.

 

Surat persetujuan yang diberikan sekolah kepada orangtua/wali murid pun banyak terisi penolakan, yang mengakibatkan banyak murid kelas 11 (IPA & IPS) tidak ikut kegiatan tersebut, dikarenakan tidak sanggup untuk membayar biaya sebesar 1.750.000 per murid.

 

Oleh karena banyak murid yang tidak dapat ikut atas kegiatan tersebut, maka oknum Wakil Kepala sekolah (ENDAH) dan salah satu oknum guru Biologi (YUNINDA) mendatangi 8 kelas 11 (IPA & IPS) yang perkelasnya diisi kurang lebih sekitar 30 siswa. kemudian menyampaikan informasi terhadap siswa yang tidak ikut di kegiatan (agar para murid – murid diminta mencatat informasi yang diperintahkan), yaitu berupa tugas akademik yang memberatkan disertai ancaman akademik.

 

Berikut ini tugas akademik yang memberatkan disertai ancaman akademik tersebut sebagai berikut :

Datang sendiri ke 2 kampus PTN dan 3 tempat sejarah.

a.) Datang ke 2 kampus PTN, cari penerimaan datanya, jurusannya, dideskripsi singkat, pakai tanda tangan dan stempel dari kampus PTN tersebut.

b.) Datang ke 3 tempat sejarah, harus dideskrispi tempat tersebut, tiketnya, pakai tanda tangan atau stempel dari petugas.

 

Semuanya dilengkapi foto, video, wawancara dimasukkan kedalam CD dan dikumpulkan pada tanggal 24 februari 2020. Dan tugas ini dilakukan mengatasnamakan diri sendiri siswa, sebab TIDAK ADA SURAT PENGANTAR untuk tugas akademik ini dari pihak sekolah SMA Negeri 18 Kota Bekasi, dengan alasan ini dilakukan diluar jam sekolah.

 

Jika tidak dikumpulkan tugas akademik ini, SELURUH NILAI UH (Ulangan Harian) DIKOSONGKAN DISEMUA MAPEL (Mata Pelajaran).

 

Untuk selanjutnya mengetahui tugas yang amat berat tersebut, maka orangtua murid pun memberikan tanggapan terkait tugas akademik yang memberatkan disertai ancaman akademik untuk siswa yang tidak ikut ini,

Oknum-oknum guru seperti ini seharusnya tidak ada di dunia pendidikan di Indonesia, sebab sudah tidak memiliki marwah seorang pendidik yang seharusnya, dan jelas ini mekangkangi program pemerintah daerah hingga ke pusat yang tujuannya mencerdaskan masyarakat Indonesia tanpa pengecualian, kejadian ini patut menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan Walikota Bekasi karena siswa kelas 11 (IPA & IPS) SMA Negeri Kota Bekasi ini merupakan warga Kota Bekasi, serta menjadi perhatian Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Gubernur Jawa Barat karena sekolah setingkat SMA dan SMK dibawah naungan Provinsi Jawa Barat, terlebih lagi Kementrian Pendidikan RI, agar hal – hal seperti ini segera ditindaklanjuti, sehingga menjadi efek jera bagi oknum – oknum pengajar dan pengurus sekolah agar tidak semena-mena kembali menjalankan fungsinya”, tegas orangtua murid.

 

Menurut data yang kami (wartawan – Red) dapat dari keterangan para murid bahwa semua kelas 11 IPA dan IPS ada 8 kelas dan setiap kelas ada kurang lebih 30 siswa, bila dikalkulasikan total biaya kegiatan STUDY KAMPUS bila seluruh siswa kelas 11 (IPA & IPS) ikut : Rp.1.750.000/siswa dikalikan 30 siswa dan dikalikan 8 kelas sama dengan 420.000.000 ( empat ratus dua puluh juta rupiah), luar biasa hampir setengah milyar.

 

Saat dikonfirmasi melalui surat dari salah satu media, pada hari senin tanggal 17 februari 2020. langsung direspon dan sekitar pukul 16.15 Wib dari pihak sekolah SMAN 18 Kota Bekasi tiba disalah satu kantor Media, dan menurut ENDAH wakil kepala sekolah SMAN 18 KOTA BEKASI menerangkan hal itu tidak benar adanya :

1. Murid kami Cuma 165 siswa

2. Biaya yang diminta kesiswa untuk STUDY KAMPUS sebesar 1.750.000/siswa

3. Sanksi Akademik itu tidak benar karena itu tulisan siswa

4.Mengenai seluruh Nilai UH (Ujian Harian) yang dikosongkan disetiap MAPEL (Mata Pelajaran) itu juga tidak benar

Menurut pandangan kami selaku Media yang bekerja sesuai tupoksinya yaitu sosial kontrol, semua keterangan klarifikasi yang diberikan oleh ENDAH selaku wakil kepala sekolah SMAN 18 KOTA BEKASI sangatlah tidak berdasar atau tidak masuk logika, sebab mana mungkin anak anak siswa kelas 11 tersebut bisa bersamaan menulis Tugas Akademik & Ancaman Akademik tersebut secara detil/terperinci, bila tidak ada informasi/ucapan dari oknum wakil kepala sekolah dan oknum guru tersebut dan anak anak siswa kelas 11 ini sudah cukup cerdas untuk hal tersebut.

 

Oleh sebab itu, diharapkan agar Pungli pungli yang berkedok seperti STUDY KAMPUS atau TOUR dan lain – lainnya harus dihentikan karena sangat memberatkan para orangtua murid, pihak – pihak terkait seperti : DINAS PENDIDIKAN KOTA BEKASI, WALIKOTA BEKASI, DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT, GUBERNUR JAWA BARAT, KEMENTRIAN PENDIDIKAN RI dan APARAT KEPOLISIAN harus menindak tegas oknum – oknum guru yang semena – mena melakukan pungli dalam berbentuk apapun itu.

 

Terakhir perlu diketahui bahwa dari beberapa Media yang mendapatkan informasi ini, akan terus menindak lanjuti berita ini ke pihak – pihak terkait diatas, agar menjadi sebuah informasi yang cerdas dan gamblang ke masyarakat. (sumber/red)

Bagikan
  • 234
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    234
    Shares

2 Replies to “Diduga SMAN 18 Kota Bekasi Melakukan Pungli Berkedok Study Kampus Namun Disertai Ancaman Akademik”

    1. Buatkan berita sesuai fakta.. Kirim informasi berita ke Diknas hingga kementerian pendidikan dan kebudayaan..

Comments are closed.