Di Duga Palsukan Alat Bukti “Akta Jual Beli” Pada Persidangan, Akhirnya  Ahli Waris Abdul Qodir dilaporkan Ke Polda JATIM 

(Adhy Dharmawan,SH.,MH dan rekan mendampingi klien melaporkan ke Polda Jatim)

Jawa Timur – Musyarofah dengan di damping oleh 4 Kuasa Hukumnya, telah membuat LP tentang Pemalsuan Dokumen ke POLDA JATIM, dengan nomor perkara LP/1548/XI/2018/UM.

Hal itu dilakukan oleh Musyarofah sebagai tergugat (pelapor), berawal dari Gugatan PMH (Perbuatan Melawan Hukum) Nurhasanah dan kawan-kawan(Ahli waris Abdul Qodir) sekaligus penggugat (terlapor).                                   

Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Majelis Hakim menolak gugatan Penggugat Ahli waris Abdul Qodir (terlapor), penolakan dari majelis hakim sangat jelas dikarenakan nomer persil yang berbeda, serta keterangan saksi – saksi dari pihak kelurahan ditambah pihak kecamatan.

Begitu mendapatkan hasil putusan Pengadilan Negeri Bangil nomer 27 pdtg/2018/pnbil, kemudian Musyarofah pun mengambil keputusan untuk balik melaporkan para penggugat yang kurang lebih ada 10 orang yaitu Ahli waris Abdul Qodir.

Baca berita sebelumnya :

https://www.matapers-indonesia.com/profesionalisme-pengacara-berusia-muda-dalam-membela-kliennya/

Diceritakan oleh musyarofah kepada kuasa hukumnya dan seperti yang disampaikan ke awak media,”Saya dulu itu sempat di ancam, lalu saya disuruh menyerahkan tanah saya, padahal bapak saya yang hutang dengan menjaminkan petok D, setelah Bapak saya meninggal dunia saya malah digugat dan muncul akta jual beli, padahal kami tidak pernah menjual tanah itu, lalu putusan pengadilan menolak gugatan dari penggugat itu, oleh karena itulah yang menjadikan dasar kami juga melaporkan terlapor, beruntung saya ketemu pak Adhy Dharmawan, SH., MH, jadinya pak adhy yang bantu saya”, kata Musyarofa

https://www.matapers-indonesia.com/sidang-putusan-sengketa-tanah-ditunda-lagi-ada-apa/

Begitu juga selaku kuasa hukum dari Musyarofah, Adhy Dharmawan mengatakan,”Sesuai dengan bukti yang ada, ternyata Akta Jual beli itu, kami duga dipalsukan, sehingga kita (Kuasa Hukum) buat LP, biar selanjutnya ditelusuri oleh rekan penyidik dan diputus oleh pengadilan apakah terlapor bersalah apa tidak?, yang jelas proses hukum tetap berjalan, dan terlapor harus mengikuti prosesnya”, ungkap Adhy

Terakhir dari rekan Adhy, yaitu muh. Rifai, SH ikut menambahkan, “yaa.. kami melaporkan ada 10 orang terlapor yaitu ahli waris Abdul Kodir, mereka menggunakan data yang kami duga palsu, dan itu yang digunakan sebagai alat bukti penggugat di pengadilan negeri bangil”, tutup Rifai melalui pesan whatsapp Adhy kepada media.(Imam.S)

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 234
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •   
  •